Temukan sepenggal harapan dengan syairku.

Senin, 14 Mei 2012

"Naughty Kiss" re-broadcast ?

Hello everyone, have a nice day. Did you know about "NAUGHTY KISS" re-broadcast on Indosiar ?
Hey, LET'S WAKE UP GUYS ! ! !
This's so good news, that's right ?
I'll share the first sinopsis of NAUGHTY KISS.
Let's enyoy guys :')
Kisah dimulai saat Baek Seung Jo berada ditaman. Dia mencium harumnya bunga.

Sinopsis Naughty Kiss Episode 1

Tapi perhatiaannya teralihkan oleh sesosok gadis, Oh Ha Ni yang tengah tertidur dibawah pohon.
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Seung Jo menghampirinya dan mencium bibir Ha Ni. Saat Ha Ni terbangun dia merasakan sesuatu yang terjadi.

Ha Ni melihat seekor kuda putih yang mulus dan mengikuti kemanapun kuda itu pergi.
Kuda itu menghilang, Ha Ni melihat Seung jo sedang berdiri dihadapannya. Seung Jo memajukan wajahnya hendak mencium Ha Ni lagi. Ha Ni pun sudah menyorongkan bibirnya, Namun semua itu hanya....mimpi.
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Ha Ni terbangun dari tidurnya dan terburu-buru pergi kekelas karena bel berbunyi dan meninggalkan buku gambarnya, Ha Ni kembali lagi untuk mengambil bukunya.

Didalam kelas Ha Ni masih memikirkan mimpinya tadi, ibu Guru Song Kang Yi menggoda Ha Ni "Oh Ha Ni apa yang sedang kamu pikirkan pagi ini?" sementara itu Boong Joon Gu memandangi Ha Ni dari belakang. Guru Song kembali berkata "apakah kalian tahu betapa sulitnya menjadi seorang guru senior?"
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Ha Ni bersama teman-temannya sedang berada di kantin mereka sedang membicarakan mengenai nilai-nilai mereka yang selalu berada di bawah.
Min Ah : "pembangunan rumahmu sudah selesaikan? kau tidak akan mengadakan pesta panas dirumah?"
Ha Ni : "aku belum bisa membereskan semuanya, karena ayahku pulang terlambat setiap hari, aku juga terlambat sampai rumah"
Joo Ri : "Berikan pada Bong Joon Gu sja, aku lihat tadi dia melihatmu seperti ini (Joo Ri mengekspresikannya), Dia terus melihatmu seperti ini" Ha Ni menepuk bahu joo Ri dan mereka tertawa bersama (ohh jadi inget masa-masa SMA, hehe)
Ha Ni : "Dia (Joon Gu) tidak.."
Joo Ri : "apa yang kau maksud dengan dia tidak? Bong Joon Gu baik seperti itu juga karena mu"
Min Ah bertanya pada Joo Ri apa dia tidak bosan makan itu.
Joo ri : Apa? ini? (menunjuk daging di tangannya)..ah..kalau anak penjual kaki babi bosan dengan kaki babi, lalu siapa yang akan makan? Ha Ni-ah..apa kau bosan makan mie, sebagai seorang putri pemilik restaurant mie?"
Ha Ni menggerakan jarinya pertanda tidak : "kau tidak akan pernah bosan makan mie ayahku"
Joo Ri menjawab dengan riang : "itu benar, miemu benar-benar lezat, aku setuju, aku setuju"
Min Ah : "aku setuju".
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Hong Jang Mi and the gang lewat di depan meja Ha Ni and the gang. Jang Mi menyapa Ha Ni. dan Ha Ni membalas sapaannya. Joo Ri bingung dengan sapaan Jang Mi karena Jang Mi junior mereka. Jang Mi mencoba untuk mengambil minuman ringan dari dalam mesin namun minumannya tidak juga keluar. Ha Ni yang melihatnya merasa ini waktunya dia memamerkan bakatnya. Didukung dengan alunan musik dari teman-teman Joon Gu, Ha Ni menurunkan leggingnya dan berjalan menuju mesin minuman dengan yakin dan mantap. Ha Ni mengetuk-ngetuk mesin dan Sebelum melakukan gerakan akrobatik, Ha Ni meregangkan ototnya dulu dan Ha Ni menendang dan yeah minuman ringannya keluar. Ha Ni sukses bersama membuat Jang Mi Cheming (cheming: mikir) dan dia pun berbalik dengan bangga dan bersorak bersama teman-teman. Jang Mi mengambil minumannya.
Jang Mi duduk bersama teman-temannya dan mengucapkan "gomawo" pada Ha Ni. Salah satu teman jang Mi berkata kalau Baek Seung Joo Oppa dalam ujian tahun ke 3 berada di puncak lagi.

Joo Ri bertanya pada Ha Ni : "apa baek Seung Jo mendapat nilai penuh lagi? apakah dia manusia?"
Ha Ni : "dia pasti bukan manusia" Joo Ri dan Min Ah memandang Ha Ni dengan aneh
Ha Ni : "dia jin, jin dari hutan" Ha Ni mulai mengkhayal lagi, Min Ah dan Joo Ri hanya bisa menghela napas melihat sahabatnya itu.
Ha Ni menceritakan mimpinya "aku mengikuti kuda putih sampai tiba-tiba kuda putihnya menghilang dan muncul lagi dihadapanku, bagaimana mengatakannya ya, kecantikan kuda putih itu membuatku ingin mengigitnya"
Min Ah : "kamu mengigitnya?"
Ha Ni : "ya, itu pertama kalinya aku mengerti perasaan vampir. ah! apakah waktu perta perasaan vampir seperti itu juga? Karena leher satu-satunya perempuan yang dicintai begitu putih dan begitu indah. mereka harus mengigitnya kedalam"
Joo Ri : "ckckc, aigoo! Ha Ni-ah" Joo Ri menyuapi dagingnya kemulut Ha Ni.

Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Para siswi berteriakteriak saat Seung Jo masuk ke kanti. Mereka terus memanggil "Seung Jo Oppa, Seung Jo oppa" yang membuat perhatian Ha Ni, Min Ah dan Joo Ri terpecahkan. Ha Ni melihat Seung Jo dengan salting dan jantung berdebar saat Seung Jo lewat dibelakangnya.

Seung Jo menuju mesin minuman dam memasukan koinnya, tapi minumannya tidak juga keluar. Jang Mi mendekati Seung Jo. Jang Mi menawarkan minuman kalengnya pada Seung Jo dan berkata kalau dia belum terlalu lama membelinya. Seung Jo tidak memperdulikannya dan menekan tombol mesin namun masih tidak keluar juga. Jang Mi tertawa pelan. Jang Mi berkata lagi kalau ibunya ingin memberi salam pada ibu Seung Jo. Jang Mi memperkenalkan dirinya pada Seung Jo. Jang Mi mengatakan kalau ibunya dan ibu Seung Jo bersahabat.
Jang Mi menyadari kalau minumannya masih tidak keluar dan dia memanggil Ha Ni.
Jang Mi : " Ha Ni Sunbae! ini tidak keluar lagi" Ha Ni menelan ludah, Seung Jo menoleh ke arah Ha Ni. Jang Mi memanggil Ha Ni lagi.
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Ha Ni berjalan dengan kakuke arah mesin dan tidak mau melihat Seung Jo. Ha Ni mengetuk-ngetuk mesin lagi tapi masih tidak keluar juga. Ha Ni bersiap menendang dan meregangkan kembali ototnya dengan ragu. Akhirnya Ha Ni melakukannya dan minuman pun keluar. Seung Jo sedikit terperangah dengan apa yang dilihatnya dan memandang Ha Ni. Ha Ni lemas dan pasrah saja akan imagenya dimata Seung jo. Jang Mi mengambil minumanya dan memberikannya pada Seung Jo. Seung Jo menerima minumannya dan pergi, Jang Mi masih mengikutinya. Joo Ri agak kesal dengan sikap Seung Jo dan dia berteriak-teriak memangil Ha Ni "Ha Ni-ah, Oh Ha Ni ! OH!HA!NI!"
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Seung Jo berbalik dan berjalan mendekat, Ha Ni sudah memasang senyum namun Seung Jo malah mengambil koinnya didalam mesin, hehehe. Seung Jo pun pergi dan Ha Ni terdiam.
Didalam Kelas Ha Ni, Min Ah dan Joo Ri duduk bersama lagi. Joo Ri menyarankan agar Ha Ni mengaku saja pada Seung Jo tentang perasaannya karena mereka akan segera lulus.
Ha Ni : "itu benar, karena aku belum mengaku padanya, dia tidak tahu hatiku, itulah sebabnya dia tidak menunjukkannya, karena dia malu"
Min Ah menggunakan ponselnya. Joo Ri penasaran dengan apa yang dilakukan Min Ah dan bertanya apa yang sedang dilakukannya. Min Ah menjawab "aku sedang mencari makna 'pemalu'".

Ha Ni : "itu benar! aku harus mengaku perasaanku dengan baik, tapi bagaimana aku mengakui? harus pengakuan yang meninggalkan kesal mendalam pada dirinya"
Joo Ri menyarankan agar Ha nI menggunakan kostum menyeramkan dan mengaku pada Seung Jo kalau Ha Ni mencintainya. Ha Ni berkata kalau ide Joo Ri tidak buruk. Joo Ri berkata "kau mengatakan ini tidak buruk, apa maksudmu?". Min Ah masih berkutat dengan ponselnya, kali ini Ha Ni yang bertanya apa yang sedang dicari Min Ah. Min Ah menjawab kalau dia sedang mencari makna 'tidak buruk'.
Ha Ni bertanya pada Min Ah : "apakah kau memikirkan sesuatu? kau yang paling baik disekolah"
Min Ah : "ehmm, Hewan menari saat mereka mengaku"
Ha Ni : Menari?"
Min Ah : "ya, ikan, burung, pinguin bahkan lalat rumah juga melakukan ini juga.ketika hewan mengakui cintanya satu sama lain, mereka akan menari. Tarian kawin"
Ha Ni : "Tarian Kawin?" Ha Ni mengkhayal lagi.

Ha Ni menari balet dan Seung jo sebagai penari prianya. Saat Seung Jo mengulurkan tangannya Ha Ni menolaknya. Lalu Seung Jo mengangkat tubuh Ha Ni ke atas dan Seung Jo melemparkannya!. Ha Ni kesal dengan Khayalan.
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Ha Ni masih dikelas dan sedang merapikan bulu-bulu. Jang Mi mendatangi Ha Ni (ini terlihat seperti senior yang ingin melabrak junior, tapi ini sebaliknya, hehe).
Jang Mi berkata kalau Ha Ni sudah kelas 3 dan seharusnya belajar (belajar itu bukan cuma waktu kelas 3 aja Jang Mi)
Joo Ri datang dan berkata "Kami tidak belajar". Jang Mi menghina Suara Joo Ri seakan-akan paru2nya mau keluar. Jang Mi berkata kalau itu sedikit...?. Ha Ni bingun apa yang dimaksud Jang Mi. Kemudian melihat kearah Ha Ni dan memperhatikan sesuatu. Ha Ni mengerti dia melihat payudaranya dan membandingkannya dengan melihat milik Jang Mi. Ha Ni berkata Seung Jo menyukai gadis yang dianugerahi kebaikan juga. Jang Mi membalas dengan berkata kalau Ha Ni harus berpikir, karena Seung Jo juga laki-laki. Jang Mi juga menanyakan kemana Joon Gu oppa, karena dia model untuk hari ini.

Dilorong sekolah Kelima anak muda sedang bergaya. Ternyata itu Joon Gu and the gang. Mereka berjalan menuju kelas. Mereka muncul dengan masing-masing kepalanya dari balik pintu. Joon Gu masuk kedalam kelas dan membawakan Ha Ni koper yang berisi makanan. Joo Ri penasaran dan menorobos untuk melihat isi panci dalam koper itu. Joon Gu mngatkan kalau isinya ayam. Joon Gu mengambil pancinya dari tangan Joo Ri dan memberikannya pada Ha Ni. Ha Ni bertanya kenapa Joon Gu menyuruhnya untuk memakannya. Joon Gu menjawab kalau Ha Ni begitun kurus. Jang Mi berkata kalau Joon Gu harus cepat karena dia modelnya hari ini. Joon Gu akan bersiap-siap dan menyerahkan supnya pada Ha Ni tapi Joo Ri ingin mengambilnya lagi. Joon Gu dengan sigap menghentikan Joo Ri dan berkata pada Ha Ni kalau dia harus memakannya sendiri.
Jang Mi mengatur bagaimana Joon Gu harus berpose. Para siswa mulai menggambar Joon Gu. Waktu berlalu dan Joon Gu mulai tidak tahan menahan posisinya itu. Tapi Joon Gu ingin bertahan karena Ha Ni sedang menggambarnya dan menatapnya juga, ini sakit tapi tidak apa-apa. Di kertas gambarnya Ha Ni menuliskan kata Pengakuan... Tarian Kawin.. Gollum.
Diruang guru, ibu Guru Song Kang Yi sedang tertawa menonton video dari layar ponselnya. Lalu seseorang mengambil ponselnya dan ibu guru Song agak terkejut. Pria itu adalah Wakil kepala sekolah, dia datang dan menegur ibu Guru Song dengan menunjukkan grafik semua siswa dan nilai-nilai mereka . Stiker putih mewakili mereka yang lulus ujian dan stiker biru adalah bagi mereka yang gagal. Tebak siapa yang mendapat stiker yang berwarna biru ?
Ibu Guru Song tidak peduli ... sampai wakil kepala sekolah mulai memuji Seung Joyang kebetulan masuke ruang guru untu mengumpulkan buku.
Kembali di kelas seni, Joon Gu sekarang bisa berhenti berpose walaupun ia membutuhkan sedikit bantuan dari anak buahnya . Jang Mi berjalan kesekitar para siswa dan memeriksa gambar semua orang ... kemudian ia berhenti di meja Ha Ni. Ternyata Ha Ni menggambar tubuh Joon Gu ... dengan wajah Seung Jo !

Setelah sekolah , Ha Ni pergi ke restoran mie ayahnya untuk membantu. Ha Ni meminta ayahnya menceritakan bagaimana ayahnya mengakui cintanya untuk ibunya . Dia bilang pada ayahnya bahwa cerita itu bukan untuk dirinya melainkan untuk temannya Joo Ri . Tapi ayahnya tidak cukup bodoh untuk tertipu atau dia cukup bodoh untuk membiarkan apa yang dia tahu . Ayah menceritakan kisah dramatis tentang bagaimana dia membawa ibunya keluar untuk berputar di mobil jelek dan bertanya , " Apakah kau ingin menciumku atau berkencan denganku ? Apakah kau ingin berencan denganku atau tinggal bersamaku ? Apakah kau ingin hidup denganu ... atau apakah kau hanya ingin mati bersamaku ? "
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Ha Ni mulai berfantasi ... lagi. Dalam fantasi ali ini , kita melihat Seung Jo berlari dari kejaran geng haus darah ke sebuah gudang tua . Geng masuk , diikuti oleh seluruh anggota ... termasuk pemimpin mereka : Ha Ni . Ha Ni sekarang bergaya lengkap dengan smoy eyes dan rambut norak . Anggota gang mengelilingi Seung Jo ... dan Seung Jo melihat peti mati.
Ha Ni mendekati Seung Jo ( yang terlihat sangat takut! ) dan menanyakan pertanyaan :
Ha Ni : " Apakah kau ingin menciumku atau berkencan denganku ?... Apakah kau ingin berkencan denganku atau hidup denganku ?... Apakah kau ingin hidup denganku ... atau mati?" Dan ternyata Seung Jo memilih masuk ke dalam peti mati.
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Rata Tengah
Untungnya, ayah memberi saran yang lebih praktis daripada teman-temannya dan menyarankan Ha Ni untuk membuat surat cinta. Ha Ni setuju dan keesokan harinya, surat jatuh dari loker Seung Jo saat dia membukalokernya. Kemudian, Seung Jo berjalan di sekitar ruang tunggu tapi tidak menunjukkan tanda apapun pada Ha Ni, ini membuat Ha Ni berpikir Seung Jo belum membaca surat itu. Joo Ri kembali melakukan aksi yang sama dengan hari kemarin dengan memanggil nama Ha Ni dengan suara keras dan kali ini, Min Ah juga ikutan. Seung Jo berkata, "Apakah kau Oh Ha Ni?" Seung Jo mendekatinya dengan amplop ditangannya.
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Ha Ni mulai tersenyum, dan mengatakan ia tidak mengharapkan balasan dari Seung Jo. Ha Ni memutuskan untuk membukanya di depan teman-temannya yang sedang berkumpul dan dia membuka surat itu. Tapi saat dia membacanya, senyumnya diwajahnya perlahan tapi pasti memudar. Jang Mi merebut surat dari tangan Ha Ni dan tertawa. Ternyata Seung Jo tidak membalas suratnya melainkan Seung Jo memberi penilaian pada surat Ha Ni ... dan memberinya nilai D-!
Jang Mi mulai membaca surat itu dengan keras sampaimenghentikan langkah Joon Gu. Seung Jo berkata pada Ha Ni "maaf, aku tidak suka gadis bodoh"
Joon Gumeminta Seung Jo untuk meminta maaf dan Seung Jo membalas dengan dingin, "Untuk apa? Memperbaiki kesalahan-nya?"
Joon Gu: Apakah kau hanya melihat kesalahan? Jangan melihat suratnya. Lihatlah isinya!"
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Joon Gu marah dan bersiap menyerang Seung Jo. Joon Gu mengayunkan tangannya tapi Seung Jo berhasil menghindar. Joon Gu akan melakukannya lagi tapi terhenti karena wakil kepala sekolah datang dan Wakepsek memerahi Joon Gu sementara Seung Jo yang menjadi anak emas dilepaskan begitu saja. Wakil kepala sekolah bahkan pergi jauh dengan mengatakan bahwa Seung Jo tidak boleh menjadi "orang seperti Joon Gu."
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Seung Jo menunjuk poin grafik dengan jarinya yang menunjukkan setiap siswa dan nilai ujian mereka: Ha Ni dan teman-temannya berada diurutan terakhir. Lalu ia menunjukkan daftar dari 50 siswa yang diberi ruang studi khusus. Seung Jo mengatkan pada Ha Ni untuk kalau Ha Ni hanya membuang-buang waktu daripada memikirkan tentang hal-hal yang lebih penting:
Seung Jo: "Aku benci gadis yang tidak punya pikiran."
Hati Ha Ni hancur, Ha Ni adalah siswa skor terendah. Dia memilih berlari di sekitar sekolah, untuk menghilangkan rasa frustasinya. (wah kalau april sih pasti makan kalau ngilangin stress, hehehe) Ha Ni lelah dan terhuyung-huyung. Teman-temannya mendorong dia untuk berhenti, tapi dia bersikeras untuk menjalankan dua laps lagi, meskipun dia basah oleh keringat dan seragamnya berantakan. Teman-temannya memberinya tangan (harfiah) dan berjalan bersamanya di lap terakhir.
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Peristiwa pertemuan memalukan Ha Ni dengan Seung Jo menyebar ke seluruh sekolah, membuat Ha Ni menjadi pusat perhatian yang tidak diinginkan. Saat di kantin semua siswa yang sedang antri makanan juga menggosipkan Ha Ni. Ha Ni yang berada dalam antrian hanya tertunduk saat dia meminta makanan pada ibu kantin.Ibu kantin memberinya porsi yang lebih. Ha Ni kaget juga dengan apa yang didapatkannya.

Ha Ni dan Ayahnya menetap dirumah mereka yang baru diperbaiki. Ayahnya melihat ekspresi wajah murung Ha Ni dan mengerti kalau proses pengakuan anak gadisnya tidak berjalan dengan mulus. Ayah mencoba untuk ceria dan membongkar sesuatu, ayah menemukan sebuah plakat tua yang dibuat saat Ha Ni masih bayi. Plakat itu berisi cetakan tangan orang tuanya serta tangan dan kaki bayinya.
Joo Ri, Min-Ah, dan Joon Gu datang ke rumah Ha Ni dan mengagumi rumah barunya, merea berjalan berkeliling dan menikmati pemandangan dari jendela lantai atas.
Kemudian mereka duduk untuk makan makanan lezat yang disiapkan ayah. Sambil makan, Ayah mendesah karena Ha Ni tidak mengambil kelas memasak. Joon Gu mengambil ini sebagai isyarat dari ayah dan memastikan ayah tidak perlu khawatir karena dia yang akan mengurus mereka berdua.
Yang lain menertawakan deklarasi Joon Gu dan menggodanya, yang membuatnya menangis dalam arti kata sikap yang berlebihan dan memukul kepalanya di dinding. Yang memicu serangkaian jerit ... dan bergemuruh
Berikutnya hal yang kalian semua tahu ... GEMPA terjadi! Lantai mulai bergocang semua benda-benda berjatuhan.

Mereka semua bergegas keluar rumah, Tapi kemudian Ayah ingat sesuatu yang penting dan berjalan kembali ke dalam (meskipun mendapat protes dari HaNi). Rumah Ha Ni hancur sementara bangunan disekitar rumah Ha Ni masih berdiri kokoh (kalau yang di versi Taiwan itu gempanya 2 skala richter kalau versi Korea kayanya ga dikasih tahu).


Untungnya, ayah selamat dan berpelukan dengan Ha Ni. Ha Ni kemudian bertanya kepada ayah mengapa plakat itu begitu penting. Semua orang bertepuk tangan, merasa lega.

Sementara itu, berita yang meliputi gempa bumi dan menunjukkan video close-up ayah memeluk putrinya. Wajahnya muncul di TV dan seorang pria botak memakai jam tangan berteriak, "Oh Oh Gi! Dong?"
Ayah melihat sekeliling dan melihat bahwa semua rumah lainnya berdiri utuh. Jadi hanya rumahnya yang ambruk? ayah tampaknya tidak terlalu senang tentang itu.

Seolah-olah semua yang terjadi pada Ha Ni belum cukup buruk, sekarang Ha Ni menjadi pusat perhatian yang tidak diinginkan lagi. Pertama, ada wanita aneh yang terus mengambil gambar dirinya dalam perjalanan ke sekolah. Kedua, semua siswa dan menatap, berseru, "Ini dia Itu dia!!" dan tertawa.
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Joon Gu berdiri di depan sekolah dengan megafon atau bahasa kita mah toak sementara krunya memegang tanda-tanda dan membawa sebuah kotak. Joon Gu sedang meminta sumbangan!
Joon Gu bermaksud baik, tapi dia benar-benar tidak membuat sesuatu menjadi lebih baik. Ha Ni mencoba untuk pergi tanpa diketahui namun Joon Gu melihatnyadan menyeret dia masuk dalam acara amal Joon Gu.

Saat itu Seung Jo sedang berjalan dan dihentikan oleh Joon Gu, dia menuntut Seung Jo untu menyumbang, dan menyalahkan Seung Jo untuk masalah Ha Ni. Seung Jo menunjukkan bahwa bukan dia, itu adalah gempa bumi yang menghancurkan rumah Ha Ni. Dan bukan dia yang menyebabkan gempa bumi.
Joon Gu sempat sedikit emosi tetapi kemudian dengan cepat membalas kalau Seung Jo bertanggung jawab untuk gempa bumi dihatinya dan telah menyakiti Ha Ni. Seung Jo menawarkan untuk berkontribusi ₩ 20.000 ($ 20) dan akan memasukkannya ke dalam kotak ketika Ha Ni muncul dari bali tembo dan berkata pada Seung Jo untuk menyimpan uangnya dan mengatakan ia tidak akan menerima sumbangan itu jika ia adalah seorang pengemis tunawisma.
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Tentu saja, ini tidak mempengaruhi Seung Jo tapi Ha Ni belum selesai. Dia meledak marah
Ha Ni: Siapa kau memandang rendah orang-orang seperti itu? Aku berani bertaruh denganmu, semua anak-anak ini terlihat seperti idiot, ya? Kau pikir kau mengejek kami? Apakah kau benar-benar hebat? Jadi kau memiliki IQ tinggi? Kau murid yang baik? Kau tampan dan tinggi dan ... "
Ha Ni melanjutkan "aku juga bisa belajar, aku hanya tidak mau repot-repot melakukannya!"
Seung Jo mengatakan kepadanya untuk membuktikannya.
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Ha Ni tidak bisa menarik perkataannya dan harus membuktikannya pada ujian berikutnya untuk mendapatkan salah satu kursi di ruang studi khusus. Itu berarti Top 50! Seung Jo Jelas tidak percaya padanya, Seung Jo setuju untuk menggendong Ha Ni keliling sekolah jika dia berhasil.

Ayah dan Ha Ni berada didalam van, mereka dalam perjalanan menuju rumah seorang sahabat lama ayah yang menawarkan mereka tempat tinggal. Ayah senang karena akan bertemu kembali dengan sahabatnya yang sudah "seperti saudara" dari sejak lahir. Ha Ni dan ayah menyanyi didalam mobil.
Ketika mereka tiba di rumah besar milik sahabat ayah, Ha Ni mengagumi rumah besar itu. Ayah dan sahabatnya (yang ternyata orang botak!) Melompat-lompat, saling berpelukan seperti anak kecil.
orang botak itu bernama Baek Soo Chang dan istrinya bernama Hwang Geum Hee. Soo Chan berkata kalau Ha Ni jauh lebih cantik dari fotonya. Geum Hee mengaku ia sangat ingin tahu mengenai Ha Ni dan ia tidak tahan, akhirnya Geum Hee mencari Ha Ni di sekolah. Ha Ni menyadari, Geum Hee adalah wanita aneh yang mengambil gambarnya tadi pagi. Geum Hee lalu memanggil anaknya untuk membantu membawakan barang bawaan Ha Ni dan ayahnya ke dalam rumah.
Sinopsis Naughty Kiss Episode 1
Sementara Ha Ni sedang memberesan barang-barang bawaannya, si anak muncul di belakangnya dan bertanya apakah ia bisa membantu. Ha Ni berpiir itu anak Geum Hee dan dia berkata tidak apa-apa, Saat Ha Ni berbalik dan mendongak. Dia terperangah tak percaya dengan apa yang sekarang ada di hadapannya. Baek Seung Jo ada didepan Ha Ni.
Ha Ni berusah mengontrol emosinya dan bertanya "kau! kau..apa yang kau lakukan disini?"
Seung Jo dengan tenang menjawab "aku tinggal disini ini rumahku"
Ny.Baek (Geum Hee) berkata lewat speaker :"Seung Jo, Ha Ni ayo masuk ke Rumah!"

Ha Ni masih tidak percaya kalau dirinya akan tinggal satu atap dengan Seung Jo.

So, if u're wanna know about the next sinopsis. May u wait for me, don't go anywhere please :D I'll back to you :*   Good bye, to be continuous. 

Kamis, 10 Mei 2012

Syair Palsu Dari Binatu

Terkadang aku lumpuh hanya dengan sebuah kiasan tajam yang membungkam.
Tanganku tak berdaya menggenggam keteguhan pendirian.
Tuhan, gugurkanlah sebatang ranting dari seberang mahakam.
Agar dapat kujadikan tumpuan masa depan.

Tuhan, izinkan pula aku meraba raba
Suratan waktu yang pernah berbicara
Tentang aku dan dia
Dia dan mereka yang kucinta
Di masa muda hingga senja

Terkadang aku lumpuh hanya dengan sebuah kiasan tajam yang membungkam.
Bibir manisku dengan gincu.
Pernah menyuarakan syair palsu
Dari kumpulan manusia manusia  binatu
Yang dihujami rasa malu

Senin, 16 April 2012

Duta IM3 2012 (Nusra Mataram)



SHSJS (SATU HATI SATU JIWA SELAMANYA) one heart one soul forever
Hay guys, today i'll share our experience from Duta Im3 2012.
My first experience on celebration of Kartini's day.
Bay the way, you must know about it. Hohoo, i'm the captain of Duta Im3 2012. *give applause

Ok guys, you have to know when Duta IM3 2011 come to my school (SMANSA TELADAN) or SMANSA MATARAM.

They share about "what's the ambassador im3" 
I have one pamphlets about terms become ambassador im3. 
Le't read this pamphlets, & i follow their requirements. 
The first step, i have to follow some tests (general knowledge & pshychic)


After that, i just wait a few days before the test result come to me. 
Alhamdulillah, i passed the test :D 
I'm so glad, happy and proud with my self. 
Oke, after that i have to take the test again. Last round and i should be the first winner of Duta Im3 2012. 
*I promise* #in my heart
Allhamdulilah, Allah Swt answered my prayers. I get the first winner of Duta Im3 2012 & i get one star. 
Hooo, i was never as happy as when it :D
Allah Swt always answered all peoples when they're take seriously. 

AAAAA, i want shouted as loud as hard as it;s very happy become Duta Im3 2012. 
Then, i'll share some photos with them. I went to Tosoto (dinner & laugh together)








Then, on 16 april 2012 :D 
in Pendopo Mataram. 



Cause i so sleepy now, i'll share some photos tommorow morning. Oke guys ? bye :) keep join to my blog and always follow me :) 









Minggu, 29 Januari 2012

Romansa Sebuah Sepeda


Sebuah pagi yang cukup cerah untuk mengawali aktifitas yang baik. Kicauan burung bersahutan di atas pepohonan.. Awan menari riang menyambut mentari yang akan menampakan wajahnya. Langit tersimpuh malu, pipinyapun memerah. Dan aku segera menggamit semangat baru penuh harapan.. Kulangkahkan kaki ini menuju ruang sarapan. Kudapati beberapa potong pisang crispy dan susu coklat hangat di atas meja makan.
Pagi itu kusisihkan waktu liburku dengan bersepedah ria. Aku mengikuti sebuah Fun Bike yang diadakan oleh Partai Golkar. Acara yang cukup banyak peminatnya dan bertaburan dengan door prize menarik. Malam sebelumnya aku telah membuat janji dengan teman baikku. Dia teman yang kutemui saat bimbingan belajar di sebuah tempat kursus sejak kelas 8 SMP. Kami berteman cukup baik.
Namanya Riqhy Ramadhan. Aku lebih akrab memanggilnya Iqhy. Usianya hanya terpaut satu minggu lebih muda dariku. Kami lahir pada bulan dan tahun yang sama. Dia mudah bergaul dan terbuka. Tidak sombong dan suka berbagi. Kebetulan dia lebih pandai dalam mata pelajaran matematika, dimana matematika adalah mata pelajaran yang kurang kukuasai, sehingga kami menjadi lebih dekat.
“Ada sms” terdengar dering sebuah nada doraemon dari saku celanaku. Nada doraemon adalah nada yang kusuka dari beberapa pilihan nada dalam pengaturan ponselku. Aku menggemari sebuah kartun kucing yang memiliki kantung ajaib itu sejak duduk di bangku sekolah dasar. Dari kartun itu yang kusuka adalah aksi kocak yang menghibur dan tentunya ada pesan moral yang disampaikan. Hingga kini doraemon adalah tokoh kartu yang sangat kugemari.
Kubuka perlahan kode kunci ponsel dan kuperiksa inboxnya. Pesan yang sudah kunantikan sejak tadi. Pesan dari sahabatku Iqhy. Pesan itu berbunyi, “Fan, aku tunggu di depan garis start !”
Setelah kubaca lalu kumasukan kembali ponselku ke dalam saku celana. Kuraih tangan Bunda sambil mengunyah sepotong pisang crispy hangat buatannya.
Tak lupa Bunda berpesan, “Kakak, hati-hati ya !”. Setiap memberi pesan Bunda tak pernah absen untuk menyunggingkan senyum indah dari bibirnya.
Tak lama kemudian aku sudah menghilang dari pandangannya. Dengan melajukan sebuah sepeda pemberian kakek, aku melesat dengan kecepatan rata-rata seorang pembalap sepeda yang handal. Aku sangat gemar memacu sepedaku lebih kencang, karena ada kenikmatan tersendiri yang kudapat.
            Lokasi start lumayan dekat dari rumahku. Hanya berkisar dua meter saja. Seharusnya aku tak perlu khawatir untuk terlambat atau bahkan ketinggalan start, namun aku suka paranoid sendiri untuk masalah dengan waktu. Bagiku satu menit saja terlewat seperti melempar uang di kloset.
            “Ada sms” nada ponselku kembali terdengar, kali ini berbunyi di tengah keramaian. Beruntung pendengaranku cukup tajam. Iqhy kembali mengirim sebuah pesan singkat, kali ini  pesannya membuatku galau. Pikiranku lari jungkar jungkir kesana kemari memikirkan pesan itu saja.
“Fan, saya kebelet pipis. Saya pulang ya ? Kamu lama sih !” kira kira itulah bunyi pesan Iqhy.
Pesan itu pesan pertama yang pernah membuatku galau setengah mati, menyangkut hidup dan matiku. Tanpa dia, tidak ada yang akan menemaniku bersepeda. Dia pandai menghibur dan juga bisa kuandalkan untuk masalah body guard.. Aku terus membayangkan bagaimana jika aku bersepeda tanpanya.
Setelah beberapa menit waktuku terbuang hanya untuk galau maka, kuputuskan menelfonnya..
“Halo, Iqhy ? Kamu dimana ? Please, jangan pulang ya ? Kamu tega liat saya menderita ? Saya janji apa yang kamu mau saya kasi, tapi jangan pulang dulu ya ? Nanti kamu bisa pipis di toilet SPBU. SPBU gak jauh kok dari tempat startnya. Halo Iqhy ? Kamu denger saya kan ? Iqhy ? Oh Iqhy ?”
Iqhy tak berbicara sepatah katapun dalam perbincangan via ponsel itu.
Dan tiba-tiba telepon itu terputus dan harapanku pun pupus. Kupandangi ponselku dan berpanggu dagu di atas sepeda. Suara hiruk pikuk peserta Fun Bike pun tak terdengar jika aku sudah galau.
            Tiba-tiba terkejut aku saat kudapati pundaku ditepuk dari belakang.
“Sudah lama, Fan ?” suara Iqhy yang serak serak basah tersaring dalam daun telingaku.
“Iqhy ?” dengan perasaan senang, kaget bercampur kesal aku mencubiti lengannya.
“Maaf ya, Fan, saya becanda !”
“Keterlaluan tau, hampir mati kamu buat saya galau !”
“Yah, maaf kalo gitu ! Iseng doang kok, Fan !”
“Males ya sama kamu !”
Karena rasa kesalku belum juga sirna aku membuang muka dan sedikit cuek padanya.
            Aba aba untuk tanda dimulainya Fun Bike pun terdengar. Terpaksa kukayuh sepedaku dengan perlahan untuk menghindari kecelakaan dengan peserta lainnya yang menumpuk. Sepuluh menit berlalu, barulah jalanan merenggang. Setidaknya tidak seperti di awal. Di tengah perjalanan aku teringat akan Iqhy. Iqhy tak ada disekiratku. Kepanikan sedikit meluncur lagi dalam lautan pikiranku yang kadang kali mengelabuiku sendiri. Kubuka ponsel dan kucari kontaknya. Mana Iqhy ? Dimana dia ? Jangan bilang dia benar benar pulang ? Haaaaaa ! Di dalam hati aku bergerutu pada kejailan anak itu.
            Untuk meringankan rasa khawatir kuanggap saja dia lebih dulu di depan barisan sepedaku. Kuputuskan terus melaju dan tidak memikirkan keberadaan anak itu.
Semua peserta kuperhatikan memiliki pasangan dan kelompok masing masing. Hanya aku tanpa pasangan ataupun kelompok.
            Di sepanjang jalan mataku selalu siaga menangkap gelagat seorang Iqhy. Tiba-tiba mataku tertuju pada seseorang yang kuperkirakan berusia 16 tahun sedang mengayuh sepeda polygon kuning.
Dari segi postur tubuh, cara bercelana, potongan rambut dan lainnya kurasa sosok itu adalah Iqhy. Sahabatku yang paling jail. Karena rasa penasaran yang terlanjur ada, kukayuh lebih kencang sepeda kesayanganku ini. Ada dua orang yang sedikit mengganggu jalan di depanku. Kusalip mereka dan alhasil roda belakangku mengenai roda belakang dari salah satu sepeda orang yang kusalip. Aku pun tersungkur dan sepedaku terpental. Rasa sakit luar biasa terkalahkan oleh sebuah malu yang berkecampuk di dalam keramaian. Semua mata tertuju padaku, namun tak satupun yang membantu.
            Kuniatkan untuk berdiri dan berpura-pura tidak terjadi sesuatu. Namun sebelum itu kulakukan, ada sosok yang merangkulku ke tepi jalan beserta sepedaku.
“Kamu kenapa Fan ? kok bisa jatuh ? ada yang sakit ?”
“Iqhy ? kamu kok disini ?”
“Iya Fan, tadi saya habis pipis di SPBU. Maaf ya saya ndak bisa jaga kamu ?”
“Gak apa kok Qhy, saya gak sakit”
“Jangan bohong, celanamu robek masa iya gak lecet ?”
“Ini kan celana yang robek, liat nih gak ada yang berdarah kan ? saya gak kenapa napa kok qhy”
“Saya beli obat merah dulu ya ?”
“Jangan Qhy, saya gak kenapa napa kok, beneran !”
“Terus sekarang ? kita pulang ?”
“Jangan dong, kan kita mau dapet door prize entar, masa iya mau pulang ?”
“Tapi ?”
“Sudahlah, kita lanjutin aja !”
“Masih jauh loh ?”
“Deket kok, 2 kilo lagi, saya masih kuat”
“Yakin ?”
“Kamu ndak percaya sama saya ? saya kan hebat !”
“Baiklah, kamu dibelakang saya ajalah fan, biar bisa saya pantau !”
“Ok bos !”
            Dengan menahan rasa sakit pada lutut, kukayuh kembali sepedaku mengikiti Iqhy dari belakang. Disepanjang perjalanan tampaknya Iqhy lebih memperhatikanku. Tidak lebih dari lima menit ia menoleh ke arahku untuk memastikan keselamatanku. Tidak lupa juga ia menyunggingkan senyum penuh semangatnya seperti yang Bunda berikan padaku tadi pagi saat berpamitan.
            Jarak dua meter, suara mc sudah menyambut peserta yang akan menyelesaikan rute Fun Bike.
“Fan, kupon undianmu dimana ?”
“Di dalam tas Qhy, kenapa ?”
“Aku ambilkan ya ? di depan nanti ada petugas tempat kita menyerahkan kupon ini”
:”Terimakasih, ada di resreting ke dua”
            Tak berapa lama kemudia kami menyelesaikan rute dan memasuki lokasi finish. Lokasinya di Udayana.
“Kita mau parkir sepeda dimana Qhy ?”
“Di pojok sana, biar deket sama panggung !”
“Sipdeh !”
            Setelah selesai memarkir sepeda dengan tertib dan aman kami langsung merapat dengan panggung. Kursi tak ada yang tersisa, terpaksa harus berdiri. Kami berdiri hampir setengah jam, dan kaki mulai kesemutan.
“Qhy, kita duduk di bawah aja yuk ?”
“Di atas sana bagaimana ? Seperti lesehan, kita bisa memantau dari atas sana”
“Bagus juga, boleh boleh”
“Qhy, ada cokelat nih di tas, mau ?”
“Mau dong, makasih ya Fan”
“Makasih juga ya Qhy, mau nolong tadi pas jatuh”
“Ya ampun, harusnya saya jaga kamu bukan malah buat kamu jatuh”
“Salah saya kok, saya yang ceroboh”
“Hahahahaha, kapan nih nomer kita disebutin ?”
“Tenang Qhy, kita pergi naik sepeda gayung pulang bawa sepeda motor !”
“Amin”
            Tanpa disadari pengundian terakhir untuk hadiah utama satu buah sepeda motor sudah keluar. Dengan nomor undian 0002345. Ternyata orang yang beruntung itu seorang ibu yang langsung didampingi anak dan suaminya naik ke atas panggung.
“Yah, motornya diambil ibu itu, Fan !”
“Rezeki kita lain kali, Qhy”
“Segala sesuatu memang harus disyukuri ya Fan ?”
“Iya dong Qhy, semua sudah diatur sama Allah Swt”
“Iya, kayak sekarang kita berdua ini”
“Maksudnya ?”
“Fan, kamu mau gak jadi pacar saya ?”
“Haaaa ?”
“Jangan kaget, dari dulu saya sudah pingin bilang ini sama kamu Fan”
“Kamu sahabat saya Qhy”
“Tapi buat saya kamu lebih dari sahabat, Fan”
“Jadi ?”
“Saya suka sama kamu waktu jadi temen, saya saying sama kamu waktu jadi sahabat dan sekarang saya tambah sayang dan cinta sama kamu, Fan”
“Saya ndak bisa, Qhy. Maaf ya?”
“Saya tetep sayang kok sama kamu, Fan”
“Kamu gak nanya kenapa ?”
“Memangnya kenapa Fan ? buat apa minta maaf segala ?”
“Saya gak bisa nerima kamu, nerima kamu jadi sahabat lagi”
“Kamu marah sama saya. Fan ? Sekarang kamu ndak mau anggep kita sahabatan ?”
“Bukan”
“Terus apa kalo bukan marah ?”
“Saya ndak bisa nerima kamu cuma sebagai sahabat, saya mau nerima kamu sebagai pacar juga. Tadi saya minta maaf karena saya ndak bisa nolak”
“Kamu serius fan ?”
“Gak ?”
“Jadi becanda gitu ?”
“Bukan serius tapi seriburius”
“Ah kamu becanda aja sih”
“Tapi kamu suka kan ?”
“Iya sih, saya bakalan jagain kamu terus Fan”
“Terimakasih Riqhy Ramadhan”
“Kembali kasih Tifani Berlinda”
            Siang itu benar benar menjadi siang terindah dalam sepanjang sejarah. Akhirnya teman baik yang kukenal selama tiga tahun menjadi kekasihku.
Lecet pada lutut dan rasa malu terbalas sudah. Romansa sebuah sepeda menjadi saksi bisu kisah kasih yang takan lekang oleh masa.
Dari persahabatan yang tulus akan membuahkan hasil yang luar biasa. Bersahabatlah dengan semua orang, dengan semua situasi, dengan semua cobaan, dengan semua yang ada di sekitar, niscaya dunia ini akan selalu bersahabat denganmu.

Sabtu, 14 Januari 2012

Cerpen Putu Wijaya

Bersiap Kecewa Bersedih Tanpa Kata – kata

(buat GM)

OLEH PUTU WIJAYA
Aku menunggu setengah jam sampai toko bunga itu buka. Tapi satu jam kemudian aku belum berhasil memilih. Tak ada yang mantap. Penjaga toko itu sampai bosan menyapa dan memujikan dagangannya.
Ketika hampir aku putuskan untuk mencari ke tempat lain, suara seorang perempuan menyapa.
“Mencari bunga untuk apa Pak?”
Aku menoleh dan menemukan seorang gadis cantik usianya di bawah 25 tahun. Atau mungkin kurang dari itu.
“Bunga untuk ulang tahun?”
“Yang harganya sekitar berapa Pak?”
“Harga tak jadi soal.”
“Bagaimana kalau ini?”
Ia memberi isyarat agar aku mengikuti.
“Itu?”
Ia menunjuk ke sebuah rangkaian bunga tulip dan mawar berwarna pastel. Bunga yang sudah beberapa kali aku lewati dan sama sekali tak menarik perhatianku.
“Itu saya sendiri yang merangkainya.”
Mendadak bunga yang aku lihat dengan sebelah mata itu berubah. Tolol kalau aku tidak menyambarnya. Langsung aku mengangguk.
Cerpen Karya Putu Wijaya di Kompas, 17 Juli 2011
Cerpen Karya Putu Wijaya di Kompas, 17 Juli 2011
“Ya, itu yang saya cari.”
Dia mengangguk senang.
“Mau diantar atau dibawa sendiri?”
“Bawa sendiri saja. Tapi berapa duit?”
Ia kelihatan bimbang.
“Berapa duit?”
“Maaf sebenarnya ini tak dijual. Tapi kalau Bapak mau, nanti saya bikinkan lagi.”
“Tidak, aku mau ini.”
“Bagaimana kalau itu?”
Ia menunjuk ke bunga lain.
“Tidak. Ini!”
“Tapi itu tidak dijual.”
“Kenapa?”
“Karena dibuat tidak untuk dijual.”
Aku ketawa.
“Sudah, katakan saja berapa duit? Satu juta?” kataku bercanda.
“Dua.”
“Dua apa?”“Dua juta.”
Aku melongo. Mana mungkin ada bunga seharga dua juta. Dan bunga itu jadi makin indah. Aku mulai penasaran.
“Jadi, benar – benar tidak dijual?”
“Tidak.”
Aku pandangi dia. Dan dia tersenyum seperti menang. Lalu menunjuk bunga lagi yang lain.
“Bagaimana kalau itu?”
Aku sama sekali tidak menoleh. Aku keluarkan dompetku, lalu memeriksa isinya. Ku keluarkan semua. Isinya 900 ribu. Jauh dari harga. Tapi aku taruh di atas meja berikut uang receh logam.
Dia tercengang.
“Bapak mau beli?”
“Ya, tapi aku hanya punya uang 900 ribu. Itu juga berarti aku harus berjalan kaki pulang. Aku tidak mengerti bunga. Tapi aku menghargai perasaanmu yang merangkainya. Aku merasakan kelembutannya, tapi juga ketegasan dan kegairahan dalam karyamu itu. Aku mau beli bunga yang tak dijual di sini.”
Dia berpikir. Setelah itu menyerah.
“Ya, sudah bapak ambil saja. Bapak perlu berapa duit untuk pulang?”
Aku terpesona tak percaya.
“Bapak perlu berapa duit untuk ongkos pulang?”
“Dua puluh ribu cukup.”
“Rumah bapak dimana?”
“Cirendeu.”
“Cirendeu kan jauh.”
“Memang, tapi dilewati angkot.”
“Bapak mau naik angkot bawa bunga yang saya rangkai?”
“Habis, naik apa lagi?”
“Tapi, angkot?”
“Apa salahnya. Bunga yang sebagus itu tidak akan berubah meskipun naik gerobak.”
“Buka begitu.”
“O, kamu tersinggung bunga kamu dibawa angkot? Kalau begitu aku jalan kaki saja.”
“Bapak mau jalan kaki bawa bunga?”
(bersambunglumayan capek kepala meleng meleng mengetikan cerpen ini dari Harian Kompas tanggal 17 Juli 2011)
“Ya, hitung – hitung olah raga.”
Dia menatap tajam.
“Bapak bisa ditabrak motor. Bapak ambil saja uang Bapak 150 ribu untuk ongkos taksi.”
Aku tercengang.
“Kurang.”
“Tidak. Itu bukan hanya cukup untuk naik blue bird, tapi juga cukup untuk makan double BB di BK PIM.”
Dia tersenyum cantik sekali.
“Silakan. Bapak perlu kartu ucapan selamat di bunga?”
“Tidak.”
Dia berpikir.
“Jadi, bukan untuk diberikan kepada seseorang? Bunga ini saya rangkai untuk diberikan pada seseorang.”
“Yang dicintai mestinya.”
“Ya. Jelas.”
“Sebaiknya bapak tambahkan ucapannya.  Bunga ini saya rangkai untuk diantar dengan ucapan. Diambil dari puisi siapa begitu yang terkenal. Misalnya Kahlil Gibran.”
Aku terpesona lalu mengangguk.
“Setuju. Tapi tolong dicarikan puisinya sekaligus dituliskan.”
Ia cepat ke belakang mejanya mengambil kartu.
“Sebaiknya bapak saja yang menulis.”
“Tidak. Kamu.”
Ia tersenyum lagi mungkin merasa lucu. Lalu menyodorkan sebuah buku kumpulan sajak. Aku menolak.
“Kamu saja yang menulis.”
“Tapi, saya tidak tahu yang mana untuk siapa dulu.”
“Pokoknya yang bagus. Yang positif.”
“Cinta, persahabatan dan sayang?”
“Semuanya.”
Ia tertawa. Lalu menulis. Tampaknya ia sudah hafal di luar kepala isi buku itu. Ketika ia menunjukan tulisannya, aku terhenyak. Itu bukan sajak Gibran, tapi kalimat yang ditarik dari sajak. Di Beranda Itu Angin Tak Berembus Lagi karya Goenawan Mohamad:
“Bersiap kecewa, bersedih tanpa kata – kata.”
Aku terharu. Pantas Nielson Mandela mengaku mendapat inspirasi untuk bertahan selama 26 tahun di penjara Robben karena puisi.
“Bagus?”
Aku tiba – tiba tak sanggup menahan haru. Air mataku menetes dengan sangat memalukan. Cepat – cepat kuhapus.
“Saya juga sering menangis membacanya, Pak.”
“Ya?”
“Ya, tapi sebaiknya bapak tanda tangani sekarang, nanti lupa.”
Aku menggeleng. Aku kembalikan kartu itu kepadanya.
“Kamu saja yang tanda tangan.”
“Kenapa saya?”
“Kan kamu tadi yang menulis.”
“Tapi ini untuk Bapak.”
“Ya. Memang.”
Ia bingung.
“Kamu tidak mau menanda tangani apa yang kamu tulis?”
“Tapi, saya menulis ini untuk Bapak.”
“Makanya!”
Ia kembali bingung.
“Kamu tak mau mengucapkan selamat ulang tahun buat aku?”
Dia bengong.
“Aku memang tidak pantas diberi ucapan selamat.”
“Jadi bunga ini untuk Bapak?”
“Ya”
“Bapak membelinya untuk Bapak sendiri?”
“Ya. Apa salahnya?”
“Bapak yang ulang tahun?”
“Ya.”
Dia menatapku tak percaya.
“Kenapa?”
“Mestinya mereka yang mengirim bunga untuk Bapak.”
“Mereka siapa?”
“Ya, keluarga Bapak, teman – teman Bapak. Anak Bapak. istri Bapak, atau pacar Bapak …”
“Mereka terlalu sibuk.”
“Mengucapkan selamat tidak pernah mengganggu kesibukan.”
“Tapi itu kenyataannya. Jadi aku beli bunga untuk diriku sendiri dan ucapkan selamat untuk diriku sendiri karena kau juga tidak mau!”
Aku ambil uangku dan letakkan lebih dekat ke jangkauannya. Lalu aku ambil bunga itu.
“Terimakasih. Baru sekali ini aku ketemu bunga yang harganya 900 ribu.”
Aku tersenyum untuk meyakinkan dia kalau aku tidak marah. Percakapan kami tadi terlalu indah. Bunga itu hanya bonusnya. Aku sudah mendapatkan hadiah ulang tahun yang lain dari yang lain.
Tapi sebelum aku keluar pintu toko, dia menyusul.
“Ini uang Bapak,” katanya memasukan uang ke kantong bajuku, sambil meraih bunga dari tanganku, “Bapak simpan saja.”
“Kenapa? Kan sudah aku beli?”
Aku raih bunga itu lagi, tapi dia mengelak.
“Tidak perlu dibeli. Ini hadiah bagiku untuk Bapak. Dan aku mau ngantar Bapak pulang. Tunjukkan saja jalannya. Itu mobilku.”
Dia menunjuk ke sebuah Ferrari merah yang nyengir di depan toko.
“Aku pemilik toko ini.”
Aku terkejut. Sejak saat itulah hidupku berubah.